Begini Cara Kerja Screen Time Pengaruhi Emosi Anak

by | Feb 24, 2022 | Keluarga, Kesehatan Mental, Tumbuh Kembang

dampak screen time pada anak

Dampak screen time pada anak

Keluarga – Ayah Bunda pasti sudah tidak asing dengan berbagai pernyataan yang menyebutkan dampak buruk screen time terhadap tumbuh kembang anak. Screen time atau paparan layar yang dimaksud di sini adalah waktu anak yang digunakan untuk menatap perangkat dengan layar seperti televisi, gadget dan konsol gim video.

Kita tidak bisa menafikkan bahwa anak-anak kita hidup di era digital. Rasanya sangat sulit untuk membuat anak sama sekali terputus dengan perangkat-perangkat digital yang menawarkan berbagai kemudahan tersebut.

Meskipun screen time tidak melulu berdampak buruk, namun sebagai orang tua kita juga harus memperhitungkan semua efek yang ditimbulkan dari paparan layar tersebut, baik maupun buruk. Salah satu dampak positif paparan layar ini adalah mengasah imajinasi anak.

Ketika anak menonton tayangan di televisi maupun gadget, tentunya dengan pilihan tontonan yang tepat, imajinasi anak berkembang layaknya membaca buku. Walau buku dan layar digital tidak bisa disamakan, tapi setidaknya keduanya memberikan kekayaan imajinasi anak yang dapat mengasah otak mereka yang sedang berkembang.

Kita tidak perlu memisahkan anak-anak kita dengan paparan layar sepenuhnya. Dengan catatan bahwa anak kita sudah berusia di atas dua tahun. Karena menurut dokter spesialis anak dr. Joko Kurniawan, pada dua tahun pertama anak, WHO dan IDI menyatakan paparan gadget harus 0% atau sama sekali tidak terpaparkan.

“Kalau sudah berusia dua tahun boleh diberikan gadget atau tontonan TV namun terdapat batas maksimal satu sampai dua jam,” ujarnya pada acara Hallo Bunda yang diselenggarakan Generos beberapa waktu lalu.

Baca Juga  9 Cara Cegah Anak Tantrum, Orangtua Wajib Tahu!

Ayah dan Bunda hanya perlu membuat anak bisa berpuasa screen time, bagaimanapun caranya. Lalu apa sih jadinya jika anak-anak kita biarkan terlalu lama terpapar layar dalam jangka waktu yang panjang? Karena kita tidak tahu kapan anak akan mulai bosan dengan kebiasaannya berinteraksi dengan layar elektronik tersebut.

Mengingat banyaknya pilihan dan kemudahan yang ditawarkan televisi dan gadget itu, rasanya tidak mungkin membuat anak bosan. Jadi pilihannya hanya membuat mereka terbiasa membatasi screen time.

Screen Time Mempengaruhi Emosi Anak

Terdapat penelitian yang mengungkapkan cara kerja screen time mempengaruhi emosi anak. Psychology Today merangkum beberapa temuan tersebut. Dijelaskan bahwa anak yang terpapar layar terlalu lama akan mengalami tegang dan lelah. Pada saat itu pula ia tengah berada pada emosi yang ‘hidup,’ yang tentunya bukan kondisi normal. Dengan begitu maka anak akan mudah tersulut emosi dan mudah tersinggung.

Tidak hanya itu, anak dengan emosi yang tidak terkontrol akan berpengaruh pada daya ingat. Ia pun akhirnya juga akan kesulitan dalam bersosialisasi karena emosinya seringkali tak terkontrol. Pada titik ini biasanya anak akan didiagnosis depresi berat, bipolar atau ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Anak hanya butuh ‘istirahat’ dari screen time untuk beberapa waktu agar sistem sarafnya dapat bekerja dengan baik.

Jika intervensi ini bisa diterapkan dengan baik maka anak akan tidur lebih nyenyak, suasana hati lebih baik dan stabil. Dengan begitu anak bisa lebih menikmati hal-hal yang biasa dia lakukan, lebih tertarik dengan alam dan bisa tertarik kembali bermain imajinatif. Hal ini tentu juga akan berdampak baik bagi pengobatannya, yang mungkin saja bisa mengurangi kebutuhan akan obat-obatan dan membuat penanganan keluhannya lebih efektif. Jika sudah berhasil melakukan puasa screen time maka ayah dan ibu bisa memberikan batasan seberapa lama anak diperbolehkan screen time yang tidak menimbulkan gejala buruk lagi.

Baca Juga  Stop Diskriminasi Disabilitas Intelektual

6 Mekanisme Fisiologis Screen Time

Ayah, Bunda mungkin tidak pernah menyadari bahwa otak anak jauh lebih sensitive terhadap paparan layar elektronik. Paparan layar elektronik menimbulkan disfungsi fisiologis bagi anak yang otaknya sedang mengalami perkembangan. Setidaknya ada enam mekanisme fisiologis yang membuat screen time mengganggu emosi anak, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Screen time mengganggu tidur dan membuat jam tubuh tidak sinkron

Cahaya dari layar perangkat elektronik meniru cahaya siang hari yang mampu menekan melatonin, sedangkan melatonin hanya bisa dilepaskan oleh kegelapan. Hanya butuh waktu beberapa menit untuk layar elektronik bisa menekan melatonin, atau istilah awamnya menekan rasa kantuk untuk beberapa jam. Akibatnya jam tubuh mulai tidak sinkron dan pada saat itu pula keseimbangan hormon akan terganggu.

  1. Screen time membuat sistem penghargaan otak menjadi tidak peka

Faktanya, jika dipindai otak anak yang kecanduan screen time sama dengan otak yang kecanduan kokain. Hal itu karena saat terpapar layar maka tubuh akan melepaskan terlalu banyak hormon dopamin, yang sebenarnya jika dilepaskan dalam jumlah yang tepat dapat membuat perasaan bahagia. Namun jika dikeluarkan secara berlebihan mereka jadi kurang sensitif, yang akhirnya membuat mereka membutuhkan lebih banyak stimulasi untuk mendapatkan kebahagiaan. Sementara itu dopamin juga dibutuhkan untuk fokus dan motivasi, jadi bisa digambarkan bagaimana anak yang sudah tidak peka dengan tingkat dopamin yang biasa.

  1. Screen time sebelum tidur sebabkan depresi
Baca Juga  Mengenal Disabilitas Intelektual

Sebuah penelitian pada binatang menunjukkan bahwa paparan cahaya berbasis layar sebelum atau selama tidur menyebabkan depresi, bahkan ketika binatang tersebut tidak melihat layar. Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa cahaya dari layar elektronik di malam hari telah dikaitkan dengan depresi bahkan risiko bunuh diri.

  1. Screen time membebani sistem sensorik, memecah perhatian dan menghabiskan cadangan mental

Para ahli mengatakan bahwa fokus yang buruk menjadi penyebab perilaku eksplosif dan agresif. Ketika perhatian terganggu, begitu pula kemampuan untuk memproses lingkungan internal dan eksternal seseorang. Paparan layar elektronik menguras energi mental dengan input visual dan kognitif yang tinggi. Dan salah satu cara mengisi cadangan mental yang terkuras untuk sementara waktu yaitu dengan kemarahan.

  1. Screen time mengurangi aktivitas fisik dan paparan alam

Anak dengan kecanduan gadget dan televisi akan menghabiskan waktunya di dalam ruangan. Sedangkan penelitian menunjukkan bahwa waktu di luar ruangan, terutama berinteraksi dengan alam, dapat memulihkan perhatian, menurunkan stres, dan mengurangi agresi.

Kumpul bersama keluarga

Baik stres akut maupun stres kronis sama-sama menghasilkan perubahan kimia pada otak dan hormon sehingga membuat orang yang stres menjadi cepat marah atau temperamental. Memang, kortisol, hormon stres kronis, tampaknya menjadi penyebab sekaligus akibat dari depresi, dan ini menjadi lingkaran setan. Selain itu, kecanduan gadget dapat menekan lobus frontal otak, di mana bagian otak tersebut yang bertugas untuk meregulasi suasana hati.

Lomba Menulis Artikel: Mengawal Tumbuh Kembang bersama Generos

Event - Hallo Bunda! Apakah Bunda mempunyai hobby atau bisa menulis? Pernah membeli Generos atau jadi konsumen Generos hingga saat ini? Dalam rangka memeringati Hari Anak Nasional 22 Juli 2022 nanti, Kami mengajak Ayah dan Bunda yang telah berjuang bersama Generos...

Tes Minat Bakat Anak Sejak Dini, Perlukah?

Keluarga - Pernahkah Bunda merasa ingin bimbang ketika mengarahkan anak pada satu minat tertentu tapi takut tidak sesuai dengan bakatnya? Kegalauan ini mungkin banyak dialami oleh keluarga yang memilkik anak kecil hingga memasuki usia sekolah. Pilihan berbagai macam...

Nyata! Setelah Minum Generos Jadi (Lebih PD) Lancar Membaca

Tumbuh Kembang – Sebagai suplemen kecerdasan otak anak, Generos telah dipercaya oleh ribuan orang tua sebagai penunjang tumbuh kembang anak dalam memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Ternyata tidak hanya baik untuk membantu mengatasi speech delay saja, salah satu...

Kumpulan 5 Artikel Manfaat Generos beserta Khasiat Bahan-bahanya!

Nutrisi - Tahukah Bunda? kandungan protein dalam ikan sidat ternyata lebih tinggi daripada ikan salmon. Selain itu, ada manfaat lainnya ang tersembunyi dalam temulawak selain meningkatkan nafsu makan anak. Ternyata masih banyak manfaat Generos yang bisa diperoleh dari...