Stop Diskriminasi Disabilitas Intelektual

by | May 6, 2022 | Kesehatan Mental, Tumbuh Kembang, Uncategorized

Tumbuh Kembang – Dewasa ini anak dengan disabilitas intelektual atau akrab dikenal dengan keterbelakangan mental sering dikucilkan di masyarakat. Tak sedikit orang tua yang merasa minder dan akhirnya tertekan karena memiliki anak dengan disabilitas intelektual.

Setelah mengetahui apa itu disabilitas mental itu di artikel sebelumnya, masyarakat umum perlu tahu bahwa anak dengan disabilitas intelektual bisa berbaur dengan baik di masyarakat. Tentu dengan syarat tertentu, yaitu stimulasi yang optimal.

Tidak hanya dari orang tua, ternyata masyarakat juga turut andil dalam mengoptimalkan stimulasi untuk anak-anak yang mengalami disabilitas intelektual ini. Mengapa demikian?

Autisme Pada Anak, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Anak-anak

Jika dirunut, maka masyarakat secara tidak langsung ikut terlibat dalam keberhasilan atau tidaknya optimalisasi tumbuh kembang anak disabilitas intelektual tersebut. Masyarakat sebagai sekelompok orang yang biasanya mengucilkan anak yang mengalami disabilitas intelektual tersebut membuat orang tua sang anak merasa minder.

Jika orang tua sudah merasa minder maka sulit baginya untuk tetap berdiri tegak mendukung tumbuh kembang sang buah hati. Yang ada justru orang tua membiarkan anaknya terkurung di rumah dan tidak memberikan stimulasi yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh si Kecil.

Baca Juga  Mengetahui Speech Delay dari sisi Psikologi Anak

Orang tua yang merasa malu dengan keadaan buah hatinya tentu tidak dapat menerima kondisi sang buah hati. Padahal penerimaan penuh dari orang tua merupakan kunci keberhasilan dari stimulasi untuk anak dengan disabilitas intelektual tersebut.

Orang tua yang memiliki anak disabilitas intelektual memiliki tantangan tersendiri, orang tua dituntut untuk sabar dan diminta kelapangan hatinya untuk mengajarkan anaknya secara berulang–ulang. Salah satu pegiat dan terapis disabilitas Rezki Achyana mengemukakan yang perlu dilakukan orang tua dengan anak disabilitas intelektual yaitu keterbukaan kepada diri sendiri dengan menerima anaknya memiliki disabilitas intelektual.

Karena ketika orang tua menerima keadaan anaknya, orang tua akan lebih siap menghadapi berbagai hal yang akan muncul di kemudian hari. Hal itu mengingat untuk mengasuh dan mendidik anak dengan disabilitas intelektual bukanlah hal yang mudah.

Mengapa-orang-tua-perlu-mengenalkan-keutamaan-ramadhan-pada-anak

Kasih sayang bunda untuk buah hatinya

Menjadi orang tua yang mampu menerima keadaan anak dan supportive akan mengakibatkan perkembangan yang baik dan cepat pada anak dengan disabilitas intelektual. Yang terpenting orang tua dapat menerima dan mampu untuk membuka hati, pikiran, dan mau untuk melakukan hal–hal baru yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan.

Baca Juga  Petani: Mengkudu Merupakan Magic Fruit

Di sini pentingnya peran masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak disabilitas intelektual. Bahkan, hanya dengan tidak mendiskriminasikan mereka saja sudah cukup membantu tumbuh kembang mereka. Karena diskriminasi tersebut yang membuat orang tua merasa terkucilkan dan malu karena telah memiliki seorang anak yang mengalami disabilitas.

Orang tua memang dituntut untuk dapat menerima anaknya sepenuhnya bagaimanapun keadaannya. Namun tidak ada salahnya masyarakat sekitar untuk turut membantu mengoptimalkan tumbuh kembang mereka. Hal sederhana seperti tidak menggunjingkannya dan tidak memandang aneh mereka sudah cukup membantu.

Apalagi jika masyarakat sekitar turut memahami kendala yang dialami anak dengan disabilitas intelektual. Sehingga masyarakat akan lebih menerima jika di kemudian hari mereka melakukan hal yang tidak sewajarnya anak-anak pada umumnya.

Bahkan, seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak memiliki keterbatasan untuk memahami hal-hal rumit seperti yang dilakukan orang dewasa. Apalagi jika anak tersebut memiliki kendala karena mengalami disabilitas intelektual, tentu membutuhkan lebih banyak ‘pemakluman’ dari masyarakat sekitar.

Baca Juga  Pengalaman Orang Tua Memiliki Anak Speech Delay

Anak disabilitas intelektual bisa bermain seperti anak-anak pada umumnya. Namun ia kesulitan dalam beberapa hal, salah satunya memahami konsep mengantre. Mereka tidak dapat menalar apa fungsinya mengantre dan keharusan mengantre. Juga, mereka memang cenderung selalu ingin lebih dulu.

Dengan begini maka perlu diberikan stimulasi dengan mengajarkan permainan seperti simulasi mengantre. Selain itu mereka juga sulit untuk memahami apakah yang dilakukan berbahaya atau tidak. Oleh karena saat berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya perlu pendampingan penuh. Intinya adalah stimulasi, meskipun perlu dilakukan berulang kali dan sangat membutuhkan kesabaran, mereka tetap bisa memiliki kemandirian jika sudah distimulasi secara kontinyu.

Satu hal yang perlu diingat bahwa anak-anak dengan disabilitas intelektual tentunya tidak berharap untuk dilahirkan demikian, pun halnya dengan orang tua mereka. Mereka juga manusia seperti kita, sehingga mereka juga berhak untuk dihargai keberadaannya.

 

 

 

Bagikan Ke

Manfaat Ikan Sidat, Ratu Gizi yang membuat Anak Cerdas

Nutrisi - Ketika melihat gambar di atas, apa yang Bunda bayangkan? Sebagian pasti akan menjawab hewan laut ini dengan belut. Namun, jika diperhatikan lebih teliti lagi, gambar tersebut memilki sedikit perbedaan dengan belut. Hewan yang hidup air itu disebut dengan...

7 Mitos dan Fakta Tentang Disabilitas Intelektual

Tumbuh kembang - Disabilitas intelektual hingga saat ini masih mendapatkan pandangan negatif pada masyarakat. Padahal, seseorang dengan penyandang disabilitas intelektual dapat melakukan aktivitas kegiatan seperti masyarakat pada umumnya. Stigma negatif ini diperparah...

Petani: Mengkudu Merupakan Magic Fruit

Nutrisi - Ayah dan Bunda pasti sudah tidak asing lagi dengan buah mengkudu atau yang memiliki nama latin Morinda Citrifolia, meskipun biasanya buah tersebut sering diabaikan. Tahukah Ayah dan Bunda, buah ini memiliki banyak manfaat loh! Karena banyak manfaat tersebut,...

Bunda, Begini Cara Mencegah Hepatitis Akut

Tumbuh Kembang - Baru-baru ini muncul kasus hepatitis akut yang cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, sudah terdapat lima anak di Indonesia yang dilaporkan meninggal dunia karena penyakit misterius tersebut. Penyakit ini menjadi perhatian WHO karena telah tersebar...

Tantrum pada anak, Termasuk Gejala Speech Delay?

Tumbuh Kembang – Tantrum pada anak merupakan salah satu bentuk ledakan emosi atau keinginan yang tidak bisa diungkapkan. Sehingga anak hanya bisa menangis atau marah saja. Ledakan emosi yang berlebihan ini kadang membuat kedua orang tuanya kewalahan karena tidak...