fbpx

Adakah Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk? Ketahui Faktanya Yuk!

by | Feb 28, 2024 | Kesehatan Mental

generos.idTak sedikit dari Bunda-bunda yang pastinya sudah mengenal arti kata stunting dan gizi buruk.

Namun, harus dipastikan dengan benar apa itu stunting dan gizi buruk agar Bunda tak salah mengartikan.

Karena gizi buruk dan stunting memiliki perbedaan, tapi sama-sama menjadi gangguan pertumbuhan yang umum dialami oleh sang buah hati.

Memang kedua kondisi tersebut sama-sama dipengaruhi oleh asupan gizi yang tidak memadai dan dapat membuat tumbuh kembang sang buah hati tidak optimal.

Tapi yang harus Bunda dan Ayah tau kedua kondisi tersebut memiliki perbedaan.

Perbedaan stunting dan gizi buruk bisa Bunda lihat dari beberapa aspek yakni ada penyebab, gejala, hingga pencegahannya.

Dikutip dari situs PMCstunting merupakan suatu proses yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak sejak awal konsepsi hingga tahun ketiga atau keempat.

Dimana gizi Bunda dan sang buah hati merupakan faktor penentu pertumbuhan yang penting.

Tak hanya itu saja, stunting juga didefinisikan sebagai persentase anak yang tinggi badannya terhadap umurnya berada di bawah minus standar deviasi.

Sedangkan gizi buruk merupakan ketidakseimbangan antara nutrisi yang dibutuhkan tubuh terhadap nutrisi yang didapat.

Mungkin kekurangan gizi bisa terjadi karena kekurangan kalori secara keseluruhan atau bisa kekurangan protein, vitamin, atau mineral.

Baca Juga  Pentingnya Mengajarkan Pertahanan Diri Sejak Dini
Tubuh sang buah hati membutuhkan beragam nutrisi, dalam jumlah tertentu untuk menjaga jaringan dan berbagai fungsinya.

Gizi buruk dapat terjadi ketika nutrisi yang didapat tidak memenuhi kebutuhan tubuh sang buah hati.

3 Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk

3 Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk

Perbedaan stunting dan gizi buruk juga dapat dilihat dari sejumlah faktor lainnya, di antaranya:

1. Gejala Stunting dan Gizi Buruk

Gejala stunting paling utama tampak pada ukuran tinggi si anak. Anak yang mengalami stunting umumnya memiliki tubuh yang lebih pendek dibanding anak seusianya.

Gejala stunting biasanya baru akan terlihat saat anak menginjak usia dua tahun. Selain itu, stunting juga ditandai dengan:

Berat badan yang lebih rendah dibanding anak seusianya, pertumbuhan tulang yang tertunda, dan wajah tampak lebih muda atau kecil untuk seusianya.

Sementara itu, anak yang mengalami gizi buruk akan menunjukkan gejala berupa:

Kurus atau memiliki berat badan yang rendah untuk seusianya, kulit kering, rambut tipis, lemah dan lesu, perut tampak buncit, dan sistem imun yang rendah sehingga rentan terkena penyakit.

Baca Juga  Jangan Paksa Kemampuan Anak Sesuai dengan Keinginan Orang tua!

2. Penyebab Stunting dan Gizi Buruk

Seperti yang dijelaskan di atas, stunting dan gizi buruk adalah dua kondisi yang disebabkan oleh kekurangan gizi.

Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi yang terjadi dalam waktu lama, biasanya sejak janin dalam kandungan hingga awal kehidupan anak (1.000 Hari Pertama Kelahiran).

Penyebab stunting juga kerap diasosiasikan dengan kebutuhan gizi si ibu yang tak terpenuhi selama masa kehamilan, serta praktik pemberian makan bayi yang tidak tepat pada awal kehidupannya.

Berbeda dengan stunting yang dimulai sejak masih dalam kandungan, gizi buruk terjadi ketika anak sudah dilahirkan.

Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi anak.

Gizi buruk juga bisa disebabkan oleh infeksi penyakit tertentu, seperti diare serta kondisi lain yang memengaruhi nafsu makan dan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.

3. Dampak

Dari segi dampak, kedua kondisi tersebut tidak memiliki banyak perbedaan, untuk stunting dapat menyebabkan sang buah hati mengalami gagal tumbuh yang bersifat permanen.

Baca Juga  Cegah Stunting Pada si Kecil dengan 5 Cara Ini Yuk Bunda! Demi Masa Depannya

Tak hanya itu saja, dapat juga menyebabkan kerusakan permanen pada fungsi serta struktur saraf dan sel-sel otak.

Hal ini akan menyebabkan si Kecil kesulitan menyerap pelajaran di sekolah, sang buah hati juga akan rentan terserang dengan penyakit.

Sedangkan dengan gizi buruk akan memiliki dampak seperti menggangu pertumbuhan fisik dan mempengaruhi perkembangan otak anak.

Selain itu, si Kecil yang mengalami kondisi tersebut juga memiliki sistem imun tubuh yang rendah sehingga rentan terserang berbagai macam penyakit.

Jika sudah melihat perbedaan kedua kondisi tersebut Bunda dan Ayah harus mengetahui cara pencegahannya.

Agar sang buah hati tidak mengalami kedua kondisi tersebut, lantaran akan menghancurkan masa depannya.

Gizi buruk dapat dicegah dengan memberikan anak makanan bergizi lengkap dan seimbang sesuai kebutuhannya. Selain itu, orang tua juga perlu membawa anak berobat jika terkena penyakit infeksi.

Sedangkan dengan stunting cara mencegahnya dengan memenuhi kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil melalui makanan dan suplementasi zat gizi.

Memberikan ASI eksklusif kepada anak sampai berusia enam bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas dan memadai setelah usia enam bulan.

Rutin membawa anak untuk melakukan imunisasi sesuai yang diterapkan oleh pemerintah, dengan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, memastikan kebersihan air yang diminum, dan lain sebagainya.***

Jangan Sampai Tidak Tahu! Ini 8 Penyebab Tantrum Pada si Kecil

GENEROS.ID - Mengatasi tantrum pada sang buah hati memang tidak mudah, selain butuh kesabaran ekstra, diperlukan waktu dan perhatian lebih agar Ibu dan Ayah dapat mencermati berbagai kemungkinan penyebabnya. Mungkin Bunda dan Ayah juga akan merasakan jengkel jika sang...