fbpx

Ajarkan Anak dengan Autisme Bersosialisasi Saat Kumpul Lebaran Yuk! Begini 4 Caranya

by | Mar 22, 2024 | Tumbuh Kembang

GENEROS.IDSosialisasi menjadi salah satu kendala yang seringkali dialami saat mendidik anak dengan ASD (autism spectrum disorder) atau yang umum dikenal dengan istilah autisme.

Kecenderungan untuk lebih suka menyendiri seperti asik dengan dunianya sendiri menjadi karakteristik yang kerap kali ditemui pada anak dengan autisme.

Sehingga sulit bagi mereka untuk dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya, apalagi saat lebaran tiba.

Mengajarkan Sosialisasi Anak Autisme Saat Lebaran

Bagi Ayah Bunda dalam proses mengajarkan sosialisasi  anak autisme, masih ada sebagian orang tua yang merasa malu mengajak buah hatinya untuk  bersosialisasi saat lebaran idul fitri untuk bertemu kerabat atau saudaranya.

Masih berfikir kalau anak yang autisme dapat menjadi penghalang untuk dalam tumbuh kembang  anak.

Tapi, bagi orang tua perlu diingat kalau anak yang mengalami autisme kemampuan sosial yang meliputi cara komunikasi, adaptasi, penyesuaian diri, kerjasama, dan kemampuan sosial lainnya merupakan keterampilan dasar bagi manusia dalam menjalani kehidupannya.

Baca Juga  Stop! Anak Balita Tunjukkan Perilaku Buruk Bukan Nakal, Begini Faktanya

Jadi, sebagai orang tua suka atau tidak harus dihadapi salah satu dengan menggunakan momen lebaran kumpul keluarga untuk mengajarkan anak autisme sosialisasi dengan cara sebagai berikut:

1. Saat Anak Autisme dalam Perjalanan Mudik

Sebelum melakukan mudik perlu Bunda pikirkan tentang situasi apa yang mungkin perlu mereka pahami  seperti kemacetan yang terjadi dalam perjalanan yang tidak dapat dihindari  dan bagaimana Bunda dapat menggunakan cerita sosial untuk membantu mereka mempersiapkan diri.

Bunda  mungkin merasa lebih mudah menggunakan pembuat cerita sosial. Jika Bunda bepergian dengan anak yang lebih kecil, cobalah untuk mengatasi kekhawatiran yang mungkin mereka miliki dengan membaca buku relaksasi bersama.

Merencanakan mudik memang mengasyikkan, tetapi ada beberapa hal tambahan yang perlu dipertimbangkan saat bepergian dengan anak autisme.

Perlu mempersiapkan anak untuk mudik dan mendapatkan persetujuan dari anak tersebut.

Membawa  kebutuhan obat cadangan saat diperjalanan, kebutuhan untuk memakai pelindung telinga untuk memblokir kebisingan, barang kenyamanan apapun yang mungkin perlu Bunda bawa untuk mengurangi kecemasan.

Baca Juga  Simak 5 Persiapan MPASI 6 Bulan yang Tepat!

Karena orang autis dapat menemukan perubahan yang sulit, hal ini dapat menyebabkan kecemasan yang tinggi, kehancuran, atau perilaku tertekan.

anak yang mengalami tanda-tanda speech delay

Anak autisme menyukai kesendirian

2. Tetap Berfikir Positif

Fokus pada hal positif. Sama seperti orang lain, anak-anak dengan gangguan spektrum autisme sering merespons penguatan positif dengan baik.

Hal ini berarti ketika Bunda memuji mereka atas perilaku yang mereka lakukan dengan baik, itu akan membuat mereka merasa senang.

Jadilah spesifik, sehingga mereka tahu persis apa yang Ayah Bunda sukai dari perilaku mereka.

Temukan cara untuk menghadiahi mereka, baik dengan waktu bermain ekstra atau hadiah kecil seperti stiker pada momen kumpul lebaran.

Sebagai orang tua, harus mencintai anak apa adanya adalah kuncinya.

3. Selalu Mengajak Anak Beraktivitas

Ajak anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Jika perilaku anak tidak dapat diprediksi, Bunda mungkin merasa lebih mudah untuk tidak memaparkannya pada situasi tertentu.

Tetapi saat membawanya untuk tugas sehari-hari seperti berkunjung pada rumah saudara saat lebaran, itu dapat membantu mereka membiasakan diri dengan dunia di sekitarnya.

Baca Juga  Autisme Pada Anak, Kenali Penyebab dan Gejalanya

4. Kontrol Emosi Orang Tua

Saat orang tua stres, maka anak yang mengalami autisme akan sering menghadapi lebih banyak stres  karena yang menghadapinya rentan stres.

Jika dibiarkan, orang tua  dapat menghadapi gangguan dalam hubungan dan bahkan gangguan psikologis. Stres juga dapat memengaruhi kesehatan. Tetap teratur untuk membantu diri  agar tidak kewalahan.

Ini berarti menemukan waktu di hari hanya untuk diri sendiri. Beberapa cara penting dan bahkan menyenangkan untuk melakukannya meliputi: tentukan penyebab sebenarnya dari stres.

Jika merasa kewalahan, pecahkan masalah utama yang  dihadapi menjadi lebih mudah. Meditasi juga dapat membantu. Perhatikan pikiran dan cara berbicara kepada diri sendiri. Ini akan membantu  menyingkirkan kekhawatiran yang tidak berguna.

Dapatkan keseimbangan dalam hidup. Ini adalah kunci tidak hanya untuk menghadapi tantangan hidup, tetapi juga menjaga kualitas hidup yang tinggi. Seluruh keluarga Ayah Bunda akan mendapat manfaat.

Orang tua tetap harus percaya diri dan sabar dalam menghadapi anak autisme, tetap berfikiran postitif bahwa apa yang dialami buah hati akan sembuh.

Terus ajak  untuk membantu anak beradaptasi , menyesuaikan diri dan berlatih komunikasi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya.

 

 

 

Adakah Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk? Ketahui Faktanya Yuk!

generos.id - Tak sedikit dari Bunda-bunda yang pastinya sudah mengenal arti kata stunting dan gizi buruk. Namun, harus dipastikan dengan benar apa itu stunting dan gizi buruk agar Bunda tak salah mengartikan. Karena gizi buruk dan stunting memiliki perbedaan, tapi...