fbpx

Bunda Wajib Tahu, Begini 5 Cara Memilih Sekolah untuk Anak Speech Delay dengan Mudah

by | Feb 19, 2024 | Tumbuh Kembang

generos.id Memilih sekolah merupakan tantangan baru bagi orang tua, terutama jika anak mengalami keterlambatan bicara atau speech delay.

Walaupun begitu, anak speech delay tetap bisa bersekolah seperti anak pada umumnya. Namun, Ayah dan Bunda harus lebih teliti dalam  memperhatikan kondisi sekolah untuk anak speech delay.

Sebelum mengetahui cara memilih sekolah untuk anak speech delay, ada beberapa poin yang perlu Bunda ketahui, yaitu kesiapan anak sekolah. Ada beberapa tanda anak siap untuk sekolah secara fisik dan mental, diantaranya.

Ciri-ciri Kesiapan Anak Sekolah

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menambahkan ada faktor lain tentang kesiapan anak sekolah, yaitu Anak yang mampu memadukan pengalaman baru dengan pengalaman lampau.

Anak diharapkan bisa mudah beradaptasi dengan teman sebayanya. Sedangkan anak yang malu dan mudah panik akan sulit dalam menghadapi kesulitan suasana sekolah.

Selain itu, menurut buku “Merancang Masa Depan Si Buah Hati” karya H. Mulyadi MM. Terdapat empat faktor yang harus diperhatikan saat anak sekolah, yaitu :

  • Kondisi Mental

Kondisi mental merujuk pada kesediaan emosi anak untuk memasuki sekolah. Hal ini juga bagi orang tua. Persiapkan diri untuk melepas anak diajar atau dalam pengasuhan orang lain.

Lihat kondisi mental anak yang sudah siap dengan bertemu orang baru.

  • Kondisi fisik

Selain kondisi mental, kondisi fisik perlu diperhatikan oleh orang tua. Terkadang anak prasekolah cenderung memiliki tubuh yang masih belum stabil.

Baca Juga  Jangan Anggap Sepele, Sensory Processing Disorder Bisa Sebabkan Speech Delay, Begini 3 Cara Atasinya

Oleh sebab itu, cek kondisi anak apakah ia prima atau sudah sehat untuk memasuki sekolah. Jika anak Bunda memiliki diagnosis penyakit tertentu, hendaknya konsultasi dengan dokter terkait kesiapan tubuh anak untuk sekolah.

  • Kognitif

Saat anak sekolah yang dibutuhkan adalah kemandirian. Jika anak Bunda sudah bisa melakukan kegiatan seperti mencuci tangan sendri, makan atau minum sendiri. Anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

  • Motorik

Cek perkembangan motorik halus dan kasar anak yang sesuai dengan perkembangan umurnya. Pada usia TK, anak sudah bisa diharapkan untuk berlari, menendang, memegang bola, memegang sendok, atau memegang alat tulis.

Oleh sebab itu, Bunda harus sering mengajarkan stimulasi motorik untuk anak.

Tak kalah penting, Bunda juga harus memperhatikan kesulitan belajar atau gangguan belajar pada anak. Kondisi ini akan berdampak pada proses pembelajaran anak. Baca artikel tentang Atasi gangguan belajar pada anak.

5 Cara Memilih Sekolah untuk anak Speech Delay

5 Cara Memilih Sekolah untuk anak Speech Delay

1. Jarak sekolah

Salah satu pertimbangan memilih sekolah untuk anak speech delay maupun anak biasa yaitu jarak rumah ke sekolah. Jarak kerap dianggap penting karena perjalanan juga akan mempengaruhi kondisi anak.

Ketika perjalanan ke rumah dari sekolah jauh, anak mudah bosan, persiapan sekolah yang terburu-buru. Hingga akan merusak mood anak sekolah.

Maka dari itu, Bunda harus mempertimbangkan sekolah yang diinginkan oleh anak dekat dengan rumah.

Jika kemudian hari terjadi kejadian yang tidak diinginkan, Bunda atau Ayah bisa menghampiri sekolah anak secepat mungkin.

Baca Juga  Perhatikan Para Bunda! Ini Beda Speech Delay dan Autis pada Anak

2. Kesiapan Sosial Emosional

Terdapat empat aspek emosi pada seseorang yaitu, marah, sedih, senang, dan takut. Skala perkembangan emosi setiap anak pun berbeda.

Jadi tidak ada rumus yang tetap tentang perkembangan emosi pada anak. Maka, saat berada di lingkungan sekolah, anak akan mempelajari tentang emosinya.

Faktor emosi yang akan mendasari hubungan antara dirinya dengan orang lain. Dengan adanya kematangan emosi, anak mampu membaca emosi orang lain dengan baik.

Sehingga ia bisa bereaksi cepat. Dari sinilah tercipta hubungan yang baik dengan teman sebayanya.

Oleh sebab itu, sebelum anak Bunda sekolah, pelajari dan kenali dulu perkembangan emosinya.

Agar saat ia sekolah, anak bisa mendapatkan pendidikan, membangun hubungan dan emosional yang baik.

Jika anak belum mempunyai kematangan emosional yang baik, ia bisa mogok sekolah karena merasa tidak nyaman dengan teman sebaya dan gurunya.

Jadi Bunda harus lebih peka bentuk emosional yang berkembang pada diri anak. Baru bisa konsultasikan dengan calon guru dari sekolah yang diinginkan.

3. Perkembangan Kemampuan Dasar atau Kecerdasan

Dalam kegiatan belajar mengajar, ada kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh anak.

Diantaranya menyimak dengan telinga atau mata, serta merasai dengan perabaan. Kedua hal ini sangat menentukan kemampuannya belajar di sekolah nanti.

Sehingga ia bisa memiliki kemampuan berimajinasi, kreatif, dan mengingat dengan memori jangka panjang ataupun pendeknya.

Untuk anak speech delay, mungkin akan ada sedikit kesulitan, maka penting untuk melatih kemampuan dasarnya di rumah. Persiapan ini harus dilakukan sampai anak sangat siap untuk sekolah.

Baca Juga  Bunda, Masalah Speech Delay Sama Gentingnya dengan Stunting

Sehingga ia akan mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan baik.

4. Lembaga Sekolah

Selain jarak sekolah, faktor penting dalam memilih sekolah untuk anak yaitu lembaga sekolah. Orang tua perlu mengetahui metode lembaga sekolah dalam menerapkan kurikulum, kegiatan, dan kondisi lingkungan sekolah anak.

Mungkin akan terlihat lebih ribet dibandingkan dengan memilih sekolah biasa. Namun, ini lebih baik daripada salah dalam memilih lembaga sekolah untuk anak speech delay.

Menurut buku “Pendidikan Anakku Terlambat Bicara,” anak yang mengalami keterlambatan bicara berarti ia mempunyai kemampuan visual yang luar biasa.

Maka, cari sekolah untuk anak speech delay dengan kegiatan yang mengedepankan kreatifitas. Sehingga orang tua dan calon sekolah yang diinginkan bisa dengan mudah untuk menentukan model, strategi, dan metode untuk anak.

5. Pengajar

Terakhir, ketika Bunda sudah mendapatkan kurikulum sekolah yang sesuai. Hal yang harus diperhatikan dalam memilih sekolah untuk anak speech delay ialah guru atau pengajarnya.

Terkadang guru hanya sebatas mengajar anak saja, namun tidak memberikan dampak yang besar untuk perkembangan emosi maupun sosial Si Kecil.

Belum lagi jika pengajar sulit untuk diajak bekerja sama, tentunya Bunda akan merasa kerepotan.

Pilih sekolah yang memiliki pengajar komunikatif dan interaktif terhadap anak. Sehingga Bunda bisa bekerja sama dengan pengajar mengenai emosi maupun kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh anak.

Selain itu, pengajar pun bisa memberikan penjelasan perkembangan anak selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Itulah 5 tips memilih sekolah untuk anak speech delay. Mungkin terlihat mudah, tapi yang paling utama Bunda harus ketahui dengan baik kemampuan dan perkembangan anak secara keseluruhan.

Alhasil, Bunda bisa mendapatkan sekolah yang sesuai dengan anak dan tentunya bisa membantu mengatasi keterlambatan bicaranya.***