fbpx

Bunda, Yuk Ajarkan Anak Diet Kantong Plastik! Begini Caranya

by | Jul 3, 2022 | Keluarga

Keluarga – Tanggal 3 Juli ditetapkan sebagai Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia atau dikenal dengan istilah International Plastic Bag Free Day. Bunda bisa mengedukasi si Kecil untuk melakukan diet kantong plastik untuk ikut memeriahkannya, loh! Caranya gampang, Bunda bisa mengajak si Kecil berbelanja dengan menyiapkan tas belanja dari rumah.

Sebelum berbelanja, pastikan Bunda sudah menjelaskan alasan mengapa Bunda membawa tas belanja dari rumah. Tentunya dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak ya. Bunda bisa menjelaskan bagaimana dampak buruk saat sampah plastik menumpuk di bumi, tempat tinggal kita.

Bunda bisa mengajarkan dengan bahasa sederhana seperti, “Nak, kalau kita banyak menggunakan kantong plastik, maka sampah di sekitar kita akan semakin menumpuk. Padahal kan yang tinggal di bumi ini bukan kita saja, ada binatang dan tumbuhan juga. Kalau bumi sudah dipenuhi sampah, lalu mereka tinggal di mana?”

Penjelasan sederhana itu bisa membuat si Kecil berpikir tentang dampak buruk jika kita terus menerus menumpuk sampah plastik. Selain itu, secara tidak langsung Bunda juga telah mengajarkan si Kecil untuk berempati kepada makhluk hidup lain.

Baca Juga  Waspada, Speech Delay Pengaruhi Akademik Anak, loh!

Latar Belakang Lahirnya Hari Tanpa Kantong Plastik

Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia ini diciptakan oleh Bag Free World untuk menyadarkan masyarakat dampak buruk dari kantong plastik sekali pakai di seluruh dunia. Sampah plastik adalah bencana global, yang mirisnya, diciptakan oleh manusia sendiri. Tahukah kamu bahwa sekitar 500 miliar kantong plastik digunakan setiap hari dalam skala global?

Jadi bisa dibayangkan ya Bunda, jika kantong-kantong plastik itu terus ‘bertumbuh’ setiap tahunnya maka dapat diprediksi bumi ini akan penuh dengan sampah plastik. Mengingat sampah plastik sangat sulit untuk diuraikan. Bahkan, plastik biodegradable yang sering digadang-gadangkan sebagai solusi karena dianggap lebih cepat hancur bukan menjadi solusi yang baik.

Tumpukan Sampah Plastik

Tumpukan Sampah Plastik

Menurut Greenpeace, berdasarkan penelitian yang dilakukan Imogen Napper dan Richard Thompson di University of Plymouth, Inggris, plastik biodegradable tidak terurai setelah tiga tahun dibiarkan di alam, bahkan masih utuh seperti sedia kala. Napper dan Thompson meletakkan empat jenis plastik (compostable, biodegradable, oxo-degradable, dan plastik polythene konvensional) pada tiga kondisi. Yaitu dikubur di tanah, dibiarkan di udara terbuka, dan ditenggelamkan di laut. Semua plastik masih utuh seperti sedia kala dalam jangka waktu tiga tahun setelah pertama kali penelitian dilakukan.

Baca Juga  Menelisik Genetika Autisme, Karena Keturunan?

Sementara itu, untuk plastik oxo-degradable, plastik ini adalah jenis plastik yang ditambah senyawa agar dapat hancur saat terkena oksigen dalam waktu singkat. Namun, bukannya hancur terurai, plastik oxo-degradable akan hancur menjadi potongan-potongan kecil atau biasa kita sebut dengan mikroplastik. Mikroplastik ini akan tetap berada di alam, dengan bentuknya yang sangat kecil dan bahkan tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, jenis plastik ini sangat berbahaya karena bisa dengan mudahnya terhirup atau masuk ke makanan dan minuman kita.

Maka dari itu solusi yang paling tepat adalah diet kantong plastik, yaitu dengan meminimalisir penggunaan kantong plastik. Mulailah dari diri sendiri dan keluarga, jangan lupa libatkan anak-anak untuk ikut melakukan diet kantong plastik ya Bunda. Dengan melibatkan anak-anak dalam melakukan diet kantong plastik maka dampaknya akan lebih besar. Selain itu, anak-anak juga akan bahagia karena telah dilibatkan untuk menyelamatkan kehidupan semua makhluk di bumi ini.

Baca Juga  Vanessa Angel dan Kenangannya Merawat Gala

Selamat Mencoba!